12 Alumni SMKS Amamapare Lolos Seleksi Pelatihan Operator Tambang Bawah Tanah Kementerian ESDM
Timika, 15 Juni 2025 — Sebanyak 12 alumni Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Amamapare Energi dan Pertambangan Mimika diberangkatkan dari Timika menuju Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (15/6), guna mengikuti Pelatihan Operator Tambang Bawah Tanah yang difasilitasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Balai Diklat Tambang Bawah Tanah (BDTBT).
Pelatihan ini merupakan bagian dari implementasi Permen ESDM No. 36 Tahun 2015 tentang Bantuan Pendidikan dan Pelatihan serta Beasiswa di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan, termasuk di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang selama ini memiliki potensi besar namun terbatas dalam akses terhadap pendidikan dan pelatihan sektor tambang.

Dengan durasi pelatihan selama 10 hari, yaitu pada 16–26 Juni 2025, para peserta akan dibekali dengan pengetahuan teknis, keterampilan praktis, serta etika kerja yang dibutuhkan untuk bekerja sebagai operator tambang bawah tanah. Materi pelatihan meliputi dasar-dasar tambang bawah tanah, seperti penyaliran, ventilasi, penyanggaan, pengeboran dan peledakan, serta keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Kepala SMKS Amamapare, dalam keterangannya, menyatakan bahwa keberhasilan 12 alumni tersebut merupakan bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi di Mimika semakin meningkat. “Ini adalah pencapaian luar biasa dan menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Papua mampu bersaing. Kami harap mereka akan kembali dengan pengalaman dan keahlian baru yang berguna bagi kemajuan daerah,” ujar beliau.

Indonesia sebagai negara kaya sumber daya mineral memiliki banyak perusahaan tambang yang terus berkembang. Hal ini menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan bersertifikasi, terutama di bidang teknis seperti operator tambang. Namun kenyataannya, kebutuhan ini belum sepenuhnya dapat terpenuhi akibat keterbatasan jumlah tenaga kerja lokal yang memiliki kualifikasi memadai.
Di sisi lain, masyarakat di sekitar wilayah pertambangan seperti Mimika, kerap menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang berdampak pada rendahnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan kerja. Program pelatihan ini diharapkan menjadi jembatan untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang profesional, membuka lapangan kerja baru, serta mengurangi ketimpangan ekonomi di daerah-daerah penghasil tambang.

Selain alumni SMKS Amamapare, pelatihan ini juga diikuti oleh beberapa mahasiswa aktif dari Politeknik Amamapare Timika yang turut mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan mereka di sektor strategis nasional ini.
Dengan pembekalan kompetensi yang sesuai standar industri, diharapkan para peserta mampu mengisi kebutuhan tenaga operator tambang bawah tanah baik di perusahaan besar maupun usaha jasa pertambangan, dan secara langsung berkontribusi terhadap pembangunan sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SPARTA FC SMK Amamapare Timika Juara Bupati Cup Futsal 2025, Bungkam Lawan 6–1 di Final
Timika, 15 Juni 2025 — Tim futsal kebanggaan SMK Amamapare Timika, SPARTA FC, sukses mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai Bupati Cup Futsal Competition 2025 setelah menundu
Alfin Mahmud Sabet Juara 1 Lomba LKS Se-Provinsi Papua Tengah
Pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi Papua Tengah tahun ini, nama Alfin Mahmud Siswa Kelas XI Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini berhasil memenangkan posisi tert
Prestasi Gemilang dari Siswa TKJ SMKS AMAMAPARE TIMIKA dalam O2SN 2024
Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2024, dua siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dari SMK menorehkan prestasi cemerlang yang membanggakan. Nikolaus Sumbui, s
